Keterasingan <– kepercayaan

Kita seperti terjebak dalam ketatnya himpitan keterasingan, ketika rasa kepercayaan yang sebelumnya ada, kini ternyata tidak lagi memihak pada diri kita. Terasa sulit memang, untuk mengembalikan semuanya, sebelum kita mampu membuktikan semua itu dengan sesuatu yang berarti,  sesuatu  yang  bisa membuat  mereka percaya, bahwa pendapat kitapun sebenarnya berpijak pada pijakan yang sama dengan mereka. Dimana  selalu  dan  selalu  saja  ada  anggapan  yang  membedakan,  seolah-olah hanya terdapat satu kebenaran yang berlaku didalam kehidupan ini.

Mencoba menemukan jalan mana yang tidak terlalu terjal untuk sekedar kita melangkah, agar tidak bersinggungan dengan keadaan mereka yang masih merasakan  gelap  akan tatapan untuk semua  maksud  yang  kita  pahami. Melaluisetiap kepedihannya, mengakui kesalahan  juga bukan merupakan jalan terbaik dalam hal ini, karena hakikat kehadiran ini pun nyata dan telah mengerti bahwa kebebasan berpendapat itu syah, selama pendapat tersebut adalah pendapat yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

2 Responses

  1. Naon ah, teu ngarti urang. Aku lah sang mantan ..
    Heu, kitu we nya ..

    • Ah, kitu we, kumaha didieu ath. sang mantan mah atuh laguna nidji eta teh 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: